Alat-Alat Koneksi Internet


Sebelum dapat menggunakan fasilitas –fasilitas yang terdapat pada internet , kita perlu untuk menghubungkan komputer yang akan di pergunakan dengan jaringan internet itu sendiri. Dua cara untuk menghubungkan sebuah komputer dengan jaringan internet adalah sbb:

1.Menghubungkan komputernya dengan jaringan komputer yang sudah tergabung dengan internet (sharing koneksi).perangkat keras yang di butuhkan untuk koneksi seperti ini adalah NIC (Network interface card),kabel penghubung dan konsentrator.pada umumnya NIC yang di pakai adalah Ethernet card dengan menggunakan kabel UTP yang di hubungkan ke konsentrator yang bisa berupa Hub,switc,atau Router.sharing koneksi ini bisa menghemat biaya internet,tetapi kecepatan aksesnya akan semakin lambat apabila komputer yang terhubung jaringan semakin banyak.

2.Menghubungkan komputernya dengan internet serfice provider (ISP),yaitu penyediaan jasa koneksi internet.perangkat keras yang di butuhkan untuk koneksi ke ISP (internet)tersebut adalah line telepon (baik telepon tetap atau bergerak)dan modem yang di sambungkan ke komputer.Biasanya koneksi seperti ini di pakai oleh pengguna rumahan atau perusahaan yang kebutuhan internetnya belum banyak .selain dengan line telepon,uintuk koneksi ke ISP (internet)bisa menggunakan media tanpa kabel seperti frekuensi radio(wave lan).

Berikut ini akan di jelaskan perangkat keras untuk koneksi internet yang berupa enternet,modem dan raoter:

1.Enternet
Enternet merupakan system jaringan yang di buat dan di patenkan perusahaan Xerox.Enternet adalah implementasi metode CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access With Collision Detection)yang di kembangkan tahun 1960 pada proyek Wireless ALOHA di Hawai University di atas kabel coaxial.Standarisasi system enternet di lakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE.kecepatan tranmisi data di enternet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps.saat ini yang umum ada di pasaran adalah Enternet berkecepatan 10 Mbps yang biasa di sebut seri 10 base .
Bermacam macam jenis 10 base diantaranya adalah 10 base 5,10 base 2 ,10Base T,dan 10 base F yang akan di terangkan lebih lanjut kemudian .pada metode CSMA|CD,sebuah host komputar yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak di pakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya.jika pada tahap pengecekan di temukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision),maka host komputer tersebut di haruskan mengulang permohonan(request)pengiriman pada selang waktu berikutnya yang di lakukan secara acak (random).Dengan demikian ,jaringan efektif bisa di gunakan secara bergantian.untuk menentukan di posisi mana sebuah host komputer berada ,maka tiap – tiap perangkat enternet diberikan alamat (address) sepanjang ).Dengan demikian ,jaringan efektif bisa di gunakan secara bergantian.untuk menentukan di posisi mana sebuah host komputer berada ,maka tiap – tiap perangkat enternet diberikan alamat (address) sepanjang ).Dengan demikian ,jaringan efektif bisa di gunakan secara bergantian.untuk menentukan di posisi mana sebuah host komputer berada ,maka tiap – tiap perangkat enternet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik hanya satu di dunia.informasi alamat di simpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di star dalam urutan angka berbasis 16(heksadesimal).sepanjang 48 bit angka agar mudah di mengerti di kelompokan masing –masing 8 bit untuk menyatakan bilangan berbasis 16 seperti 00:40:05:61:20:e6,tiga angka di depan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut.chaip di atas dibuat oleh ANI Comunications Inc.berdasarkan adres internet,setiap protocol komunikasi (TCP/IP,IPX,dan appli Talk,)berusaha memanfaatkan untuk informasi masing – masing host komputer jaringan.
1.0Base5
System 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch(10MM)sebagai media penghubung berbentuk bus.biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kabelnya dkonsentrator sehingga mempunyai resintrasi sebesar 50 ohm.jika menggunakan 10 base5,1 segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m.bahkan,jika sepanjang penghubung (repeater)sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.
Antara NIC (Network Interface card)yang ada di komputer(DTE,Date terminal equipment )dengan media transmisi bust (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceifer (MAU ,medium Attachment unit).Antar MAU di buat jarak minimal 2,5 m dan setiap segmen hanya mampu menampung sebanyak 100 unit .konektor yang di pakai adalah konektor 15 pin

2. 10 Base2
Seperti pada jaringan 10Base5 ,10 Base2 mempunyai struktur berbentuk bus .hanya saja yang digunakan lebih kecil,berdiameter 5mm dengan jenis twistedpair.tidak di perlukan MAU karena MAU telah ada di dalam NIC –nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis.karenanya jaringan ini di kenal dengan sebutan Cheapernet.di bandingkan dengan jaringan 10base5,panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek,sekitar 185m,dan bisa di sambung sampai 5 segmen menjadisekitar 925m sebuahsegmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unitkomputer saja. Pada jaringan inipun di perlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisdi busnya menjadi beresitasi 50ohm.

3.10 baseT
Berbeda dengan jaringan di atas 10 baseT berstruktur bintang atau star.tida di perlukan MAU karena sudah tersedia di dalam NIC-nya.sebagai pengganti konsetrator dan repeater di hub karena jaringan berbentuk star.panjang sebuah segmen 100m,dan setiaphub bisa di hubungkan untuk memper panjang jaringan sampai 4unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.
Menggunakan konektor modular jackRJ -45 dankabel jenis UTP (Unshielgeg Twistd Pair) seperti kabel telvon di rumah-rumah.saat ini kabel UTP yang banyak di gunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100mbps.

Modem dial up (internal/eksternal)/Kabel Modem/Modem ADSL

Modulator demodulator (Modem) berfungsi mengubah gelombang analog menjadi sinyal digital dan sebaliknya mengubah sinyal digital menjadi gelombang analog dari kabel telepon sehingga komputer dapat terkoneksi dengan internet. Komputer bekerja hanya mengenal bilangan digital, gelombang pada jaringan telepon adalah gelombang analog, untuk dapat oleh komputer penerima maka gelombang tersebut diubah menjadi sinyal digital oleh modem. Sebaliknya ketika komputer bekerja dengan bilangan digital dan ketika data akan dikirim ke pengguna lainnya dalam internet, sinyal digital akan diubah menjadi gelombang analog oleh modem. Untuk Personal Computer (PC), biasanya menggunakan modem dial up yang dihubungkan dengan line telepon. Secara fisik, modem dial-up dibagi dua yaitu modem internal yang dipasang didalam komputer pada slot ekspansi yang tersedia dan modem eksternal yang dipasang dengan menggunakan kabel communication atau serial. Kecepatan modem dihitung dalam kbps (kilobit per second). Modem internal memiliki kecepatan untuk men-download informasi 56 kbps. Pada penggunaan akses dial up, ketika komputer tersambung ke server ISP, pelanggan akan dibebani biaya pulsa telepon plus layanan ISP yang jumlahnya bervariasi tergantung lamanya koneksi.
Selain modem dial-up terdapat pula modem ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line). Modem ADSL memiliki kecepatan yang tinggi, dikembangkan dengan teknologi Discrete MutliTone (DMT). Dalam mengakses internet, ADSL dapat menggunakan line telepon. Pengguna ADSL diharuskan mendaftar terlebih dahulu ke ISP (Internet Service Provider). Untuk jenis Cable Modem menggunakan line TV Kable. Di Indonesia Anda dapat menggunakan layanan dari TV Kabel, yaitu kabelvision. Cable Modem mempunyai kecepatan akses yang tinggi. Untuk dapat mengakses internet melalui Cable Modem pengguna diharuskan melakukan pendaftaran terlebih dahulu kepada penyedia jasa TV kabel dan ISP (Internet Service Provider). Pemasangan jaringan internet dengan cable modem lebih rumit dibandingkan dengan jenis modem lainnya. Pendaftaran untuk akses internet dengan modem cable menggunakan MAC Address (Media Access Control Address). Ketika cable modem rusak, Anda harus mendaftarkan kembali MAC Address baru untuk cable modem baru. Sedangkan pada modem ADSL atau Dial up, ketika modem rusak kita dapat langsung menggunakan modem baru tanpa harus mendaftarkan kembali ke ISP.Kecepatan sebuah modem diukur dengan satuan bps (bit per second) atau kbps (kilobit per second). Kecepatan modem dial up bervariasi antara 300 bps hingga 56 kbps, umumnya berkisar antara 14.4 hingga 56,6 kbps. Makin tinggi kecepatannya maka akan mempersingkat waktu koneksi hingga menghemat biaya pulsa telepon. Dalam aliran data internet, terdapat istilah yang disebut dengan upstream dan downstream. Upstream adalah kecepatan aliran data dari komputer lokal ke komputer lain melalui sebuah network, sedangkandownstream adalah kecepatan aliran data dari komputer lain ke komputer lokal melalui sebuah network.
Berdasarkan proses kerjanya, modem dibagi menjadi dua yaitu hardware modemdan software modem. Hardware modem adalah modem yang bekerja menggunakan chip khusus untuk menangani fungsi fungsi komunikasi data, sedangkan pada software modem pekerjaan dilakukan oleh sebuah program driver. Penggunaan software modem akan membebani kerja CPU, untuk itu diperlukan komputer dengan processor yang memiliki kecepatan tinggi misalnya Pentium 4. Umumnya, modem dial up yang dijual adalah modem berbasis software dimana harganya lebih murah dibandingkan hardware modem.

Line Telepon, Cable TV, ISDN, Satelit, Handphone

Selain modem sebagai perangkat keras yang dapat menghubungkan komputer ke Intenet, diperlukan line telepon. Selanjutnya pengguna komputer harus mendaftar ke ISP yang melayani akses dial up misalnya indosat, telkom dan cbn. Saat ini, dengan line telepon dan modem dial up, kita tidak diharuskan mendaftar lagi ke ISP, yaitu dengan menggunakan paket telkomnet instant yang secara langsung dapat melakukan akses internet. Sedangkan untuk jaringan internet lainnya untuk modem dial up harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu ke ISP misalnya cbn.net dan Indosatnet.
Selain line telepon, untuk akses internet dapat pula melalui TV Kabel, modem yang digunakan adalah Cable Modem. Layanan akses cable modem dapat melalui jaringan TV Kabel dengan ISP diantaranya cbn, indosat, linknet, centrin dan mynet. Penggunaan antara jaringan telepon dan jaringan TV Kabel terdapat perbedaan dalam hal kecepatan akses dan transfer data.
Selain akses internet melalui modem, dapat pula memanfaatkan teknologi ISDN(Integrated System Digital Network) dan Satelit. Teknologi ini masih tergolong mahal untuk digunakan oleh perorangan. Perusahan-perusahan besar atau organisasi telah banyak yang menggunakannya. Layanan ISDN disediakan oleh ISP yang disebut dengan NSP (Network Service Provider). ISDN adalah jaringan digital yang memberikan berbagai macam pelayanan jasa telekomunikasi yang berlaku di seluruh dunia, dan merupakan tansisi sistem telepon analog ke sistem digital. ISDN memungkinkan transmisi gabungan semua dan setiap informasi yang mecakup suara, gambar, surat kabar, diagram dan videoconferencing. ISDN diperkenalkan pada tahun 1970 di Eropa. Teknologi ISDN mampu melakukan transfer data hingga kecepatan 128 kbps (kilo bit per second). Akses internet satelit dapat pula melalui VSAT (Very Small Aperture Terminal). Konfigurasi VSAT yang banyak dipakai dan diterapkan dalam sistem multimedia adalah berbentuk star. Dalam konfigurasi VSAT ada tiga komponen utama yang dibutuhkan, yaitu :
a. Stasiun Hub, merupakan hub berbentuk piringan yang besar yang dipasangkan menghadap langsung ke satelit. sebagai pengatur semua lalu lintas atau rute data pada jaringan VSAT. Setiap terminal VSAT lain (piringan kecil) mengirim atau menerima data harus melalui stasiun hub terlebih dahulu.
b. Satelit, disebut juga dengan transfoder yang merelay sinyal dari terminal satu ke terminal lainnya. Satelit yang umumnya digunakan adalah satelit GEO ( Geostationer Earth Orbiting)
c. Terminal VSAT, Terminal yang berbentuk piringan dengan ukuran lebih kecil dari statsiun hub. Terminal VSAT ditempatkan pada pelanggan dengan menghadap langsung pada satelit GEO yang digunakan. Bandwitdh besar menggunakan piringan lebih kecil dan sebaliknya bandwidth kecil menggunakan piringan yang lebih besar.
Dengan cakupan antena yang luas maka Hub akan mentransmisikan sinyal ke satelit dan satelit merelay dan mendistribusikannya dalam cakupan antena satelit yang kemudian diterima oleh terminal masing masing pelanggan. Terminal melakukan permintaan pelayanan dengan mentransmisikan sinyal ke satelit dan diteruskan oleh satelit ke Hub. Untuk itu, pada satelit setidaknya ada dua kanal transponder, satu untuk merelay sinyal forward dari Hub ke terminal dan satu transponder lagi untuk merelay sinyal return yang dikirim dari terminal ke Hub. Dalam konfigurasi star ini, karakteristik satelit yang dipergunakan sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem VSAT. Makin baik karakteristik dari satelit terutama dari daya dan pengaruh derau maka akan makin murah dan praktis di sisi terminal VSAT.
Untuk pelanggan VSAT, ada beberapa perangkat yang dibutuhkan untuk dapat mengakses internet, yaitu
a. ODU (OutDoor Unit), yaitu transceiver yang diletakkan di luar (OutDoor Unit) dan harus sejajar dengan lintasan satelit yang digunakan.
b. IDU (InDoor Unit) yang berbentuk seperti router pada umumnya. IDU merupakan peralatan yang digunakan di dalam (InDoor Unit) dan berfungsi sebagai alat interface antara tranceiver dengan peralatan komunikasi seperti PC (Personal Computer).
Selain jaringan dengan satelit VSAT, akses internet dapat dilakukan pula melalui saluran kabel listrik yaitu dengan menumpangkan aliran data. PLN DKI Jakarta sedang mengkaji dan mengujicobakan akses internet dengan aliran data melalui kabel listrik. Pada negara negara maju, penggunaan saluran kabel listrik untuk mengakses internet sudah mulai dimasyarakatkan.
Internet juga dikembangkan untuk media wireless (tanpa kabel) dengan memanfaatkan telepon seluler atau telepon genggam (handphone). Protokol yang digunakan disebut dengan WAP (Wireless Application Protocol). WAP merupakan hasil kerjasama antarindustri untuk membuat sebuah standar yang terbuka (open standard) yang berbasis pada standar internet. WAP bekerja dengan modus teks dengan kecepatan 9,6 kbps. Selain WAP, dikembangkan pula teknologi GPRS(General Packet Radio Service) yang memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan dengan WAP yaitu hingga 115 kbps dengan dukungan aplikasi grafis dan multimedia. Saat ini, terdapat teknologi 3G (Third Generation) pada telepon selular berbasis CDMA (Code Division Multiple Access), dimana 3G memiliki kecepatan transfer data hingga 230 kbps
Sumber:http://guru.sman3kuningan.sch.id/nurdin/?p=11

Ponsel atau PDA

Perangkat komunikasi macam ponsel atau PDA kini sudah bisa difungsikan sebagai modem nirkabel koneksi ke PC, baik lewat kabel data, inframerah, atau bluetooth. Namun, perlu juga diingat, tidak semua jenis ponsel yang mendukung macam jaringan GPRS bisa disulap jadi modem. Umumnya ponsel-ponsel lawas bisa difungsikan sebagai modem. Supaya ponsel bisa digunakan sebagai modem, selain harus ada koneksi ke PC baik via kabel data, inframerah, atau bluetooth, dibutuhkan pula driver modem yang biasanya sudah dibundel pada saat penjualan ponsel atau PDA tersebut.
Jika ponsel sudah bisa difungsikan, jangan lupa aktifkan jenis koneksi yang tersedia di perangkat komunikasi tersebut, baik GPRS, EDGE, 3G, HSDPA, atau jaringan CDMA jika menggunakan ponsel CDMA. Biasanya operator sudah menyediakan layanan aktivasi jaringan via SMS atau OTA (over the air). Terakhir, sediakan pula input setting akses jaringan sesuai dengan operator yang digunakan. Misalnya APN (Accses Point Name) Matrix adalah satelindogprs.com, sedangkan XL adalah xlgprs.net.
Ketika akan melakukan browsing, pastikan sinyal di ponsel dalam keadaan penuh. Karena bagus tidaknya sinyal akan memengaruhi kualitas internet yang digunakan. Sedangkan jika bicara, masalah laju data yang biasanya dihitung dalam kilobt, yang berpengaruh adalah tipe jaringan yang digunakan. Misalnya yang menggunakan 3G pasti lajunya datanya akan lebih cepat jika menggunakan GPRS. Begitu pula dengan pengguna CDMA, yang menggunakan CDMA 2000 1x EVDO pasti lebih cepat ketimbang menggunakan CDMA 2000 1x.

PONSEL SEBAGAI MODEM

Jenis telepon selular yang beredar saat ini dapat digolongkan menjadi dua yaitu: berbasis jaringan GSM (Global System for Mobile Communications) dan CDMA (Code Division Multiple Access).

Ponsel GSM (Global System for Mobile Communications)
Sebagian besar telepon selular yang beredar saat ini berbasis GSM. Ponsel GSM dikembangkan oleh negara-negara Eropa. Perkembangannya pun sangat pesat dibandingkan dengan CDMA. GSM merupakan sistem seluler pertama di dunia yang memiliki spesifikasi modulasi digital, arsitektur level jaringan, dan standar layanan jaringan.
Telepon selular jenis ini dapat dijadikan modem asalkan mendukung teknologi GPRS (General Packet Radio Services) yaitu layanan komunikasi tanpa kawat berbasis paket.
Dengan teknologi GPRS menjanjikan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 114 kbps, sehingga memungkinkan akses internet biasa sampai multimedia bagi komputer, notebook dan handheld.

Ponsel CDMA (Code Division Multiple Access)
Beberapa contoh ponsel berbasis CDMA
adalah sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan mengunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan. CDMA juga mengacu pada sistem telepon seluler digital yang menggunakan skema akses secara bersama ini, seperti yang diprakarsai oleh Qualcomm.
Ponsel jenis ini memiliki beberapa fitur:

  • Sinyal pesan pita sempit ( narrowband ) akan digandakan dengan penyebaran sinyal pita lebar (wideband ) atau pseudonoise code
  • Setiap user mempunyai pseudonoise (PN) code sendiri sendiri.
  • Soft capacity limit: performansi sistem akan berubah untuk semua pengguna begitu nomer pengguna meningkat.
  • Near-far problem (masalah dekat-jauh)
  • Interference terbatas:kontrol daya sangat diperlukan
  • lebar bandwidth menimbulkan keaneka ragaman,sehingga menggunakan rake receiver
  • Akan membutuhkan semua komputer yang pernah dibuat oleh manusia diatas bumi untuk memecahkan kode dari satu setengah percakapan dalam sistem CDMA!

Baik ponsel berbasis jaringan GSM maupun CDMA dapat digunakan sebagai modem, tergantung pada kartu SIM (SIMCARD) yang digunakan dan tergantung pula pada provider telekomunikasi. Secara teknis, proses instalasinya sama asal memiliki beberapa kriteria yang dibutuhkan agar dapat terkoneksi dengan komputer atau notebook.

Ponsel CDMA dan GSM
Beberapa contoh ponsel berbasis CDMA dan GSM sekaligus
Ponsel jenis ini memiliki dua jaringan sekaligus yaitu GSM dan CDMA, artinya dua buah SIMCARD dapat diterima oleh ponsel tersebut. Perlu diketahui, bahwa SIMCARD untuk jaringan berbasis GSM tidak bisa diterima oleh ponsel yang mendukung jaringan CDMA, begitu pula sebaliknya. Oleh karena ponsel ini memiliha dua kartu SIM maka tidak menjadi masalah jika difungsikan menjadi sebuah modem.

Alat yang dibutuhkan

Beberapa alat yang dibutuhkan
Sebagai bahan uji coba untuk koneksi internet menggunakan ponsel adalah berbasis CDMA. Adapun persiapan yang dibutuhkan adalah

  • Prolific GW-DKU-001- Compatible Cable data DKU5 Nokia
  • Nokia CDMA 6585
  • Starone CDMA Prepaid
  • Pentium P4 2.4C @ 3.3Ghz
  • Corsair memory 1GB TwinX PC320
  • Asus P4C800-D
  • Gigabyte Radeon 9800 Pro
  • Seagate 120GB SATA Harddisk
  • USB port internet ICH5
  • Flatron L1710B LCD monitor
  • Zalman ZM-400B APS
  • Kartu SIM Starone : digunakan sebagai kartu prabayar, sama halnya ketika menggunakan internet melalui kabel telepon.
  • USB Port Internet : digunakan sebagai port untuk menghubungkan kabel data dan ponsel.
  • Cable data : alat ini digunakan untuk keneksi langsung antara komputer dengan telepon selular
  • Ponsel Nokia : berfungsi sebagai modem

Ponsel yang dihubungkan dengan port USB
ke komputer.

Proses Instalasi dan Setting
Tahap pertama : menginstall COM port dari Prolific data cable

  1. Seperti pada PC, bila sebuah perangkat modem akan melalui port atau USB port. Untuk sistem CDMA melalui cable data juga perlu diaktifkan Com port yang ditanamkan pada USB Cable Data. Tahap awal dibawah ini adalah cara menginstall driver USB yang disimulasikan sebagai Com port untuk menghubungkan koneksi PC ke Handphone.
  2. Kotak dialog instalasi driver USB sebagai com port

  3. Kami mengunakan Cable Data Prolific , lebih mudah menginstall dibandingkan original Cable Data dari DKU-5 yang memerlukan driver ukuranbesar. Anda cukup memasangkan Cable Data Prolific dan Windows akan meminta driver USB port untuk mengenal Cable Data Prolific seperti pada gambar berikut.
  4. com port baru tampil pada device manager

  5. Setelah memasukan CD dan menginstall, maka akan tampil Com port baru pada Device manager. Artinya installasi dari driver Com port Prolific sudah aktif dan siap digunakan untuk menghubungkan handphone ke USB port.
  6. Pada tahap ini anda telah selesai membuat Com port baru melalui Cable Data yang nantinya Com Port akan digunakan sebagai penghubung dari Handphone sebagai modem dan Com port untuk koneksi antara PC dan Modem / Handphone. Cable data merubah fungsi USB port menjadi Com Port pada sistem operasi

Tahap kedua : Menginstall Modem untuk Handphone melalui Cable Data

    Klik Phone and Modem pada Control Panel

  1. Selanjutnya memberikan pengenalan untuk pemakaian Com port bagi modem, click Phone and modem pada control panel.
  2. Kotak dialog Phone and Modem options

  3. Maka akan tampil pilihan seperti pada gambar di samping
  4. Kotak dialog penambahan modem

  5. Masuk ke bagian modem. Pada gambar di samping terdapat sebuah modem dengan chip-set untuk dial-up dan tidak ada hubunganya dengan artikel ini. Untuk penambahan modem yang difungsikan pada Handphone, anda cukup memilih ADD dan jangan lupa click untuk Don’t Detect My modem. Karena modem harus di install driver secara manual
  6. Kotak dialog menginstall driver modem baru pada handphone

  7. Masuk kebagian pencarian nama modem, click bagian Have Disk untuk menginstall driver modem baru pada Handphone.
  8. Jendela memasukkan driver handphone

  9. Selanjutnya masukan driver handphone anda, sistem driver ini tidak standard. Dan anda dapat mendownload driver dari masing masing produk handphone yang anda gunakan
  10. Kotak dialog memilih model driver modem CDMA

  11. Bila anda mengunakan Nokia, maka akan ditampilkan 3 pilihan. Untuk koneksi Internet anda cukup mengclick bagian 3G sebagai driver modem CDMA anda.
  12. Kotak dialog menentukan port bagi modem handphone

  13. Selanjutnya memberikan port untuk modem anda yang telah di Install, pada gambar dibawah ini memperlihatkan pilihan Port 6 untuk Prolific cable data yang akan dikenal oleh System operasi Windows untuk mengaktifkan Com 6 bagi modem Handphone
  14. Jendela menampilkan jenis modem yang tersedia

  15. Selesai proses ini anda telah memiliki 2 modem, pertama modem dial up dari Lucent dan kedua modem Nokia melalui Handphone dan Com port dari koneksi Cable Data.
  16. Kotak dialog memilih model driver modem CDMA nentukan port untuk modem yang baru diinstal

  17. Selanjutnya memberikan port untuk modem anda yang telah di Install, pada gambar dibawah ini memperlihatkan pilihan Port 6 untuk Prolific cable data yang akan dikenal oleh System operasi Windows untuk mengaktifkan Com 6 bagi modem Handphone. Pada tahap ini anda telah selesai menginstall Com port dari sistem operasi Windows dan mengenal modem anda untuk digunakan sebagai koneksi ke handphone.

Tahap ketiga : Menginstal koneksi Internet untuk Window untuk CDMA modem

  1. Seperti anda mengunakan modem dial up atau ethernet broadband, masing masing hubungan network juga diperlukan jenis koneksi dan jenis modem yang anda butuhkan
  2. Memilih Network Connection pada Control Panel

  3. Untuk koneksi ke Internet, cukup mengunakan Wizard dari Windows XP. Anda masuk kebagian Control Panel dan click Network Connection
  4. Memilih Create New Connection pada jendela Network Connection

  5. Anda cukup mengklik bagian Create New Connection pada sub menu Network Connection.
  6. Jendela wizard connection

  7. Selanjutnya akan muncul Wizard Connection, dan click Next.
  8. Memilih koneksi langsung ke internet

  9. Pilih koneksi langsung ke Internet.
  10. Memasukkan setup untuk koneksi manual

  11. Dan masukan setup untuk koneksi manual.
  12. Memilih dial up unutk koneksi handphone CDMA

  13. Pilih dial-up, karena mengunakan sistem Handphone seperti telepon dan anda perlu melakukan dial nomor manual untuk koneksi melalui handphone CDMA.
  14. Memilih modem yang telah diinstal sebelumnya

  15. Pilih modem yang telah anda install seperti gambar dibawah ini untuk hubungan internet melalui Handphone CDMA.
  16. Memasukkan nama koneksi

  17. Masukan nama koneksi, misalnya Starone CDMA seperti pada gambar dibawah ini
  18. Memasukan nomor untuk hubungan internet ke Provider

  19. Masukan nomor untuk hubungan internet ke Provider, untuk Starone mengunakan nomor 777.
  20. Memasukkan nama login dan password dari provider

  21. Proses hampir berakhir, masukan nama login dari Provider, pada Starone diminta untuk nama login : starone dan password : indosat. Masing masing login dan password berbeda pada setiap provider.
  22. Membuat shortcut untuk koneksi dari handphone ke internet provider

  23. Selesai pada tahap untuk membuat icon modem pada Dekstop Windows dan modem handphone anda siap dihubungkan ke internet provider.
  24. Jendela untuk koneksi dialup yang baru dibuat

  25. Untuk melalukan koneksi anda cukup mengclick koneksi yang telah anda buat seperti mengunakan koneksi dial-up.
  26. Jendela menampilkan status dan kecepatan koneksi

  27. Bila setting seluruhnya benar, maka koneksi anda akan terhubung langsung ke provider CDMA. Pada gambar bawah terlihat kecepatan koneksi 230Kbps.

Tahap keempat : Informasi kecepatan koneksi dengan teknologi CDMA

Contoh test kecepatan koneksi CDMA dengan ping
Untuk kecepatan , koneksi internet melalui CDMA akan mencapai 230Kbps atau sekitar lebih dari 15KB/s. Dan kecepatan ini setara dengan kecepatan 3X dari koneksi dial up atau hampir sepertiga kecepatan koneksi cable modem. Pada gambar bawah capture ketika handphone sedang dihubungkan ke provider. Pada test melalukan download, kecepatan mencapai 12-15KB/s lebih, tentunya kecepatan ini tergantung dimana anda membuka sebuah website dan lokasi server. Kelemahan pada internet melalui handphone CDMA masih memiliki kelemahan, dimana kecepatan upload lebih kecil dibandingkan kecepatan download.
Untuk ping delay, koneksi sistem CDMA yang diuji cukup cepat dan tidak banyak berbeda dengan koneksi melalui Dial-up telepon biasa.

Modem eksternal

Selain menggunakan handset macam ponsel atau PDA untuk mengakses internet pada PC atau laptop, yang cenderung agak panas jika digunakan browsing terlalu lama, yang lebih stabil lagi yakni menggunakan modem eksternal seperti modem USB, modem kabel, kartu data PCMCIA, dan kartu Wi-Fi.
Modem USB, perangkat ini penggunaannya sangat mudah karena kita tinggal colokkan perangkat tersebut ke port USB. Salah satu produk yang kini tengah ditawarkan di antaranya Wimode milik Bakrie Telecom. Perangkat ini bekerja memakai sinyal dari BTS (base transceiver station) Esia, bukan hotspot. Produk ini juga bisa difungsikan untuk menelefon atau ber-SMS. Produk lainnya yang juga memanfaatkan jaringan operator adalah TelkomselFlash dari Telkomsel atau Data Card XL. Umumnya biaya dengan akses perangkat ini berbasis pada tarif layanan data yang telah ditentukan oleh pihak operator.
Namun, kelemahan dengan memakai perangkat ini adalah kecepatan yang sangat tergantung dari PC atau laptop yang digunakan. Misalnya jika kita memakai komputer yang lambat atau kena virus, koneksi internetnya akan terasa lambat.
Koneksi yang lainnya adalah dengan modem kabel. Modem ini sedikit agak istimewa karena dengan alat ini PC bisa mengakses internet melalui sambungan TV kabel. Akan tetapi, supaya bisa bekerja, komputer mesti dilengkapi oleh ethernet card.

PCMCIA

Kartu PCMCIA (Personal Computer Memory International Associated) ini awalnya hanya didesain untuk PC laptop, yaitu untuk ekspansi memori, tetapi kemudian berkembang menjadi kartu jaringan, modem, dan media simpan eksternal. Saat ini ada tiga jenis kartu PCMCIA, yakni PCMCIA I, II, dan III.
PCMCIA I yang mempunyai tebal 3,3 mm adalah kartu yang berfungsi untuk memori,
sedangkan PCMCIA II yang mempunyai tebal 5,0 mm berfungsi untuk kartu modem, LAN, SCSI serta suara, dan PCMCIA III yang mempunyai tebal 10,5 mm digunakan sebagai harddrive ATA.
Untuk akses internet yang digunakan tentu saja kartu PCMCIA II. Selain sebagai modem kartu ini juga menyediakan slot untuk SIM-card untuk jaringan GSM atau CDMA sehingga bisa digunakan untuk menelefon atau SMS. Selain dimasukkan ke slot PCMCIA, kini ada juga kartu yang menggunakan port USB sebagai antarmuka (interface). Jadi, kartu jenis ini bisa pula digunakan pada PC desktop.
Kartu Wi-Fi
Jenis kartu ini mempunyai dua colokan, ada yang bisa menggunakan slot PCMCIA dan ada juga yang menggunakan port USB. Namun, kartu wi-fi biasanya digunakan untuk laptop model lama atau PC desktop. Jika kartu ini sudah terpasang, pengguna bisa langsung mencari media hotspot yang umumnya disediakan secara gratis yang kini makin banyak dipasang seperti di pusat perbelajaan, kafe, hotel, kampus, dan tempat-tempat ramai lainnya. Jadi, jika ingin main internet secara gratis PC untuk memasang fasilitas Wi-Fi salah satunya dengan menggunakan kartu PCMCIA dengan fungsi Wi-Fi. (A.Andrian).

http://krisnaeducation.blogspot.com/2009/10/peralatan-yang-digunakan-untuk-koneksi.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: